Maafin gw ye judulnya ga kreatif. Sabodo lah tumblr sendiri ini, isinya ga jelas semua haks haks.
—————————————————————————————————————————————-
Hari ini gw nonton pemilihan GanBest (Ganesha Best Student) 2012. Sumpeh menurut gw lebih keren namanya Ganesha Prize. Mana kalo Ganesha Best Student bukannya harusnya “Ganesha’s Best Student” gitu ya biar grammarnya lebih bener, tapi ga enak didenger. Ea.
Shortly, gw pengen nonton GanBest karena selain Hendra (mapres FTI), ada juga temen gw Afifa (mapres SITH) dan Empe (mapres FTMD), dan kebetulan mereka bertiga presentasinya berurutan. Nah karena post ini tentang Hendra jadi gw nulis bagian presentasi Hendra aja ye, hehe.
Basically that was one of the most touching presentation-slash-speech, ever. Selain konten dan cara nyampeinnya emang bagus (intonasi, kecepatan ngomong, dll.), peak momentnya pas Q&A session sama dewan juri. Jurinya nanya2 pertanyaan2 personal gitu.
Ini beberapa pertanyaan yang jawabannya gw inget karena quotenya baguuss:
1. Kamu kan udah mau lulus terus kalo mau kontribusi lebih sebagai mahasiswa berarti nunda lulus dong?
Menurut saya, lulus itu tidak harus tepat waktu, tapi di waktu yang tepat. terus pokoknya jawaban selanjutnya oke banget lah :’)) tapi paling terharu waktu ditanya ini sih:
2. Dukungan dari orang tua seperti apa?
Intinya dia bilang dia tidak datang dari keluarga yang berkemampuan cukup… selama saya kuliah saya tidak pernah mau dibiayai oleh orang tua saya karena saya memahami kondisi mereka. Saya membiayai kuliah saya sendiri. *blablabla* Dulu saya mau dikirim kuliah ke Binus tapi ga jadi karena saya ga mau memberatkan kedua orang tua saya, makanya saya berjuang keras supaya bisa masuk ITB.
Taunya sekarang anaknya dapet Ganesha Prize. Kalo gw jadi orang tuanya kebayang bangganya kayak apa :’)
——————————————————————————————————————————————
I hereby declare myself as a big fan of Hendra.
Sebenernya udah ngefans dari kapan tau sih hahaha.
Ga tau orangnya inget ato ga inget, pertama kali gw kenal Hendra adalah pas FTI Motivation Day 2009 (apa 2010 ya) yg ngundang Karen Agustiawan. He was my group’s mentor back then. Dari dialah pertama kali gw tau tekim ada 3 subjur, dan entah kenapa pas dijelasin bioproses gw langsung pengen milih subjur BP. Kedua kalinya kenalan beneran pas TC (buku kenalan) waktu PABRIK HIMATEK. He was the only kakak angkatan yang nulis di TC gw:
Semangat ya di tekim, yang aktif di HIMATEK!
Bangun Indonesia!
wih sesuatu banget. Apalagi setelah denger cerita dari anak-anak 2009 yang di TC-in sama dia, ternyata dia bener-bener hidup di Bandung dengan mandiri. Dibekelin duit seada-adanya, buka usaha dimulai dari jual donat dan jadi tutor selama dia TPB untuk nyari duit buat makan tiap hari. Suatu perjuangan yang gak semua orang bisa lakuin.
Momen ketiga gw terinspirasi sama Hendra adalah pas gw masih magang di divisi infokom HIMATEK dan disuruh wawancara. Apalagi setelah wawancara ternyata dia prestasinya banyak banget. Like, BANYAK. It was mid-2011, and his achievements yg gw catet were like..11? 12? 15? ampe gw ngitung dan nanya, ini yg mau dimasukin di majalah himpunan yg mana ya. Kesan pertama yang gw tangkep adalah, this person is very damn humble, especially after dia dengan antusias nanya2 tentang HNMUN karena berencana ikut seleksinya tapi bilang “ga yakin sama sekali apakah saya mampu ikut acara se-prestigious Harvard”.
Selama jadi Ketua Training Ganesha MUN Club buat nyiapin delegates HNMUN 2012, I reckon that Hendra was one of very few people yang ga pernah absen training 1 kali pun. He was also the only person yang selalu ngerjain tugas yang gw kasih tanpa ngeluh ato minta keringanan, and it makes me feel really appreciated. This is the point where I see Hendra as a person who has his own level of integrity. A true hard worker, indeed.
I also experienced a moment when he almost gave up, texted me long enough bilang kalo dia mau ngundurin diri dari HNMUN karena kebentur biaya. Dalem hati I was like, “ga tau gimana caranya pokoknya ni orang satu harus berangkat!”. I just couldn’t let one of my favourite trainees yang sangat rajin ini ga berangkat, there must be a way. And he eventually managed to go without having to pay for anything. And he managed to win Honorable Mention award in Harvard National Model United Nations 2012, being the first ITB and the 2nd Indonesian to win.
I’m lucky enough to have encountered another activities with Hendra, during pemilihan mahasiswa berprestasi Teknik Kimia and FTI. One of the things I like the most from Hendra is that he respects people, even his rivals. It’s like he doesn’t want to be the only person moving forward. Instead, he wants others to move forward with him. I really thought it wouldn’t be possible for us to cooperate with each other during mapres. Maybe the prejudice comes from growing up in a world full of orang2 oportunis yang memanfaatkan pertemanan semu hanya sebagai koneksi bagus untuk maju sendiri. But it didn’t turn out like that. I was helped. We helped each other willingly.
——————————————————————————————————————————————
I remember jokingly told him while walking from kelas dasrek that he may win this year’s Ganesha Prize. He said paling-paling cuma bisa dapet juara 2 “soalnya selama ini tiap taun pasti tingkat 3 yang menang, jadi taun ini pasti juaranya 2009”. I told him that “you have to break the curse because I’ll win next year’s Ganesha Prize as 2009 hahahaha”.
It’s awesome, but not unbelievable because he simply deserves it, that he is now a Ganesha Prize winner. Hendra’s definitely going to have a very bright future ahead, and I’m beyond proud of having a friend like him.
Proficiat, Hendra Kwik!